Tampilkan postingan dengan label Payudara. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Payudara. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Februari 2015

Jangan abaikan ukuran BRA



UKURAN bra yang tidak pas bisa menimbulkan masalah kesehatan yang tidak diketahui penyebabnya, seperti sakit kepala dan sakit punggung, menurut penelitian.

Studi Sports Medicine Australia and the Breast Research Australia menemukan bahwa 80 persen perempuan memakai bra dengan ukuran yang tidak pas. Ini bisa diketahui dari kemampuan bra menyangga payudara, kepasan ukuran mangkuk payudara hingga lingkar bawah bra.

Bila ukuran bra terlalu kecil atau besar dari yang payudara Anda butuhkan, ini akan menimbulkan masalah kesehatan tertentu. Seperti dilansir dari Timesofindia, Senin (16/2/2015).

Sesak napas

Jika tali bra terlalu ketat atau kawat bra tidak pas dengan sempurna pada tulang dada, Anda tentu akan kesulitan bernapas.

Sakit punggung

Jika bra tidak sesuai ukuran tubuh dan tali pengait bra terlalu menekan ke punggung, ini bisa meningkatkan risiko sakit punggung. Ini juga dapat dialami tulang pundak Anda. Bra yang pas tidak akan menghalangi gerak Anda.

Gangguan pencernaan

Bra yang ketat akan menyebabkan gangguan pencernaan juga. Hal ini karena bra ketat dapat mengganggu aliran darah pada sistem pencernaan.

Nyeri payudara

Sirkulasi darah yang terbatas pada payudara Anda dapat membuat Anda tidak nyaman. Hal ini dapat menyebabkan masalah lainnya akibat darah yang tersumbat.

Perburuk risiko kanker payudara

Bra yang terlalu pas atau ketat juga dapat membatasi aliran getah bening pada payudara. Jika kebiasaan ini dilakukan dalam waktu lama, hal ini akan meningkatkan racun dalam payudara Anda, yang dapat menyebabkan kanker.

Jumat, 01 Agustus 2014

Agar payudara tidak kendur


Tidak ada satu pun wanita ingin kedua payudara yang dimiliki kendur. Kaum hawa adalah makhluk yang teramat sadar tentang bagian dada, dan selalu berusaha keras agar payudara yang dimiliki tetap terlihat kokoh dan sehat. Bahkan, untuk mendapatkan hasil yang maksimal, sejumlah wanita memilih untuk melakukan operasi.

Sayang, usia tetap memengaruhi payudara yang dimiliki, yang berisiko mengalami kekenduran.

Di bawah ini ada beberapa cara sederhana agar payudara tidak kendur dan selalu tampak sehat, seperti dikutip Health Me Up.

Pertahankan berat badan stabil

Peningkatan atau penurunan berat badan dapat memengaruhi ukuran payudara wanita. Ketika wanita kehilangan banyak berat badan, lemak dari payudara juga akan berkurang. Berhubung jaringan payudara tidak dapat menyusut, maka akan terlihat kendur. Disarankan, wanita juga melakukan olahraga seperti angkat beban dan olahraga lain.

Berhenti merokok

Kulit akan keriput dan kulit akan kehilangan elastisitas dan fleksibilitas saat wanita rutin merokok. Jika payudara sudah mengalami kekenduran, merokok bisa menjadi alasan di balik itu. Dan jika Anda ingin payudara terlihat kokoh, segera berhenti merokok.

Kenakan bra saat berolahraga

Ketika Anda melakukan latihan kardio seperti treadmill, beberapa pendukung yang ada di dalam payudara seperti ligamen akan robek, yang menyebabkan payudara menjadi kendur. Kenakan bra saat melakukan aktivitas fisik, yang dapat mencegah terjadinya kekenduran.

Pijat payudara

Selain berolahraga, pijat payudara juga penting untuk menjaga dan meningkatkan elastisitas kulit. Pijat payudara Anda dengan minyak zaitun, dua atau tiga kali dalam seminggu, yang dipercaya ampuh membuat payudara terlihat kokoh.

12 hal menakjubkan seputar payudara


Baik pria maupun sama-sama memiliki bagian tubuh yang satu ini. Namun payudara perempuan lebih punya daya tarik ketimbang milik pria. Dibalik pembahasan mengenai cara merawat dan memeriksa kesehatan payudara serta fungsinya. Ada 12 fakta lain tentang payudara perempuan yang bisa jadi mengejutkan Anda seperti dilansir Everyday Health, Kamis (31/7/2014)

1. Ukuran semakin membesar
Perubahan ukuran tubuh yang membesar, ukuran payudaranya ikut membesar. Salah satu negara yang mengalaminya adalah Amerika Serikat.

Menurut salah satu media fesyen Women's Wear Daily, ukuran payudara rata-rata perempuan di Amerika Serikat berkembang dari waktu ke waktu. Satu dekade lalu 34B kini 34DD.  Menurut para ahli hal ini disebabkan oleh tingginya obesitas.

"Obesitas yang jadi penyebab ukura bra rata-rata perempuan AS lebih besar dari seluruh dunia dan terus meningkat dalam 10 tahun terakhir," jelas Lauren Streicher, MD, asisten profesor klinik ginekologi di Feinberg School of Medicine. Ditambahkan lagi oleh Streicher, saat berat badan menurun beberapa kilo bukan berarti payudara mengecil seperti lingkar pinggang.

2. Perempuan menginginkan payudara yang tidak dimiliki
Banyak perempuan yang tidak puas akan payudaranya. Yang besar ingin kecil, yang kecil ingin besar.

Hal ini terbukti lewat pantauan data di American Society of Plastic Surgeon. Pada tahun 2010 terdapat 296.000 prosedur operasi implan untuk memperbesar payudara dan 170.000 prosedur pengecilan payudara.

3. Bra diciptakan pada abad 19
Sebelum abad 19 perempuan menggunakan korset untuk menyangga payudara mereka. Baru pada awal abad 20 pakaian dalam menyerupai bra masa kini diciptakan. Tahun 1930 baru mulai dipasarkan bra dalam skala besar dan muncul istilah 'cup' dalam alfabet (A,B,C,D dst) untuk membedakan ukuran bra.

Sayangnya, hingga kini perempuan masih salah menentukan bra yang tepat untuk dirinya. Bahkan menurut studi dari Sports Medicine Australia dan Breast Research Australia sekitar 80% perempuan salah menentukan ukuran bra tepat untuk menopang payudaranya. Tak hanya penampilan yang terganggu juga bisa sakit punggung.

4. Banyak wanita yang menyusui
Era boleh modern tapi kesadaran perempuan memberikan ASI untuk buah hati semakin besar. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, terjadi peningkatan jumlah ibu yang menyusui sejak tahun 2007. Kenaikan sekitar 3% per tahun dimana ibu menyusui bayi hingga usia tiga bulan dan 4% yang terus menyusui hingga 6 bulan.

Mereka yang berpendapatan tinggi dan berumur lebih dari 30 tahun pun melakukan hal ini. Seperti diketahui menyusui bayi dengan ASI tak hanya menghemat pengeluaran tapi juga melindungi bayi dari sakit dan menciptakan bonding antara ibu dan anak.

5. Di beberapa tempat legal bertelanjang dada
Hal ini pasti tak akan terjadi di Indonesia. Namun di beberapa negara bagian Amerika Serikat seperti New York, Ohio, Texas melegalkan perempuan bertelanjang dada.

6. Pria lebih tertarik melihat  dada ketimbang wajah
Studi yang dilakukan peneliti dari University of Wellington ini mendapati 47% pria pertama kali melirik bagian dada perempuan, sedangkan yang tertarik melihat wajah pertama kali hanya 20%.

Para pria yang melihat dada pertama kali mengungkapkan bagaimana kesehatan payudara perempuan tanpa mempertimbangkan ukurannya.

7. Bentuk payudara bisa berubah setiap bulan
Naik turunnya hormon dalam siklus menstruasi memengaruhi perubahan payudara setiap bulan. Selain itu ukuran dan bentuk payudara pun akan berubah pada saat pubertas, hamil dan melahirkan, serta saat menopause.

8. Rambut di sekitar puting itu normal
Tak semua perempuan terdapat rambut di puting, namun jika ada rambut ini hal biasa, ujar Streicher.

Jika seorang perempuan memiliki banyak rambut dan bulu di tubuhnya ada kemungkinan tumbuh rambut-rambut halus di sekitar puting. Namun yang perlu diwaspadai ketika jumlah rambut di bagian tersebut semakin banyak, Streicher menyarankan untuk menemui dokter, bisa jadi itu tanda adanya masalah medis yang perlu diperhatikan.

9. Bisa punya lebih dari 2 puting
Supernumerary nipple atau puting tambahan, dapat tumbuh di tempat lain selain di payudara. Puting tambahan ini biasanya hadir dimulai dari ketiak lalu ke bawah payudara hingga ke pangkal paha.

10. Kebanyakan benjolan yang ditemukan bukan kanker
Menemukan benjolan pada payudara pasti membuat perempuan langsung khawatir, jangan-jangan berbahaya. Namun, sekitar 80-85% benjolan yang ditemukan pada payudara tidak bersifat kanker. Fakta ini berlaku bagi perempuan yang berusia 40 tahun.

Tapi tak ada salahnya saat menemukan benjolan untuk memeriksakan diri ke dokter secepat mungkin untuk menghindari sesuatu yang buruk.

11. Merokok membuat payudara menurun
Studi tahun 2007 menunjukkan bahwa menyusui tak menyebabkan payudara kendur dan menurun, tapi merokok memungkinkan hal ini terjadi. Menurut peneliti dari University of Kentucky merokok mengganggu elastin pada payudara sehat, elastin adalah sebuah protein yang membantu menyokong payudara.

12. Tanda kalau hamil

Sebagian perempuan tak menyadari dirinya hamil terutama di trisemester pertama. Namun, payudara sudah memberitahu adanya kehamilan dimana payudara bertambah besar secara signifikan terutama pada trisemsester pertama

Minggu, 13 Juli 2014

Waspada jika tidur selalu memakai bra

Tidur adalah waktu yang tepat untuk mengistirahatkan payudara dengan tidak mengenakan bra. Lantas apa jadinya bila perempuan tidur dengan mengenakan bra?




Tak hanya mengistirahatkan otot, saat tidur tubuh mengalami perbaikan dan detoksifikasi (mengeluarkan racun). Tidur juga memberi kesempatan bagi sistem kekebalan tubuh untuk memproduksi hormon-hormon imunitas (kekebalan tubuh).

Oleh karena itu, sebaiknya gunakan pakaian yang longgar atau lepaskan pakaian dalam saat tidur, sehingga dapat mempercepat dan memperlancar kinerja tubuh dalam proses perbaikan. Untuk perempuan sebaiknya l
epaskan bra saat tidur.

Berikut beberapa hal yang terjadi jika perempuan tidur mengenakan bra, seperti dilansir Livestrong, Sabtu (28/5/2011):

1. Berkeringat
Ada beberapa bra khusus yang dirancang khusus untuk tidur, biasanya terbuat dari bahan nilon atau katun yang dapat membuat kulit Anda 'bernapas'. Namun jika Anda mengenakan bra biasa untuk tidur, maka keringat dan uap air akan tetap berada di dalam bra. Hal ini bisa menyebabkan gatal-gatal dan dalam kasus ekstrem bisa menyebabkan luka.

2. Gelisah saat tidur
Bra biasa (yang dikenakan siang hari) dirancang khusus untuk menopang payudara dan memberikan bentuk yang indah. Bra seperti ini biasanya ketat dan kencang sehingga tidak nyaman bila dikenakan saat berbaring atau tidur. Perempuan yang tetap mengenakan bra yang kencang saat tidur bisa mengalami kegelihan dan tidur tidak nyenyak.

3. Insomnia
Dalam kasus yang ekstrem, memakai bra saat tidur juga bisa menjadi salah satu faktor insomnia karena tubuh tidak bebas bernapas.

4. Berisiko kanker payudara
Ilmuwan Sydney Singer dan istrinya Soma Grismaijer pada tahun 1991 pernah menulis dalam bukunya 'Dressed To Kill: The Link Between Breast Cancer and Bras', yang berisi tentang perempuan yang ingin menghindari kanker payudara harus memakai bra dalam waktu sesingkat mungkin dan sebaiknya
kurang dari 12 jam per hari.

"Waktu yang paling tepat untuk mengistirahatkan payudara dengan tanpa memakai bra adalah saat tidur. Jangan tidur dengan bra," kata Sydney Singer, seperti dilansir dari Chetday.

Menurut Sydney Singer, menggunakan bra terlalu lama dapat meningkatkan suhu jaringan payudara dan perempuan yang memakai bra memiliki kadar hormon prolaktin (hormon yang berfungsi merangsang kelenjar air susu) yang lebih tinggi. Kedua hal ini dapat mempengaruhi pembentukan kanker payudara.

Selain itu, terlalu sering menggunakan bra atau menggunakan bra terlalu ketat juga membahayakan kesehatan karena bisa membatasi aliran getah bening di payudara. Normalnya, cairan getah bening mencuci bahan limbah dan racun lain, serta menjauhkannya dari payudara.

Senin, 07 Juli 2014

Tips puting payudara merah merona

Anda menginginkan puting payudara merona merah dan terlihat segar? Hal ini sering membuat wanita merasa kurang percaya diri. Namun, ternyata ada beberapa trik khusus agar warna puting payudara Anda yang kehitaman kembali kemerahan.




Puting payudara yang warnanya sudah tak kemerahan lagi biasanya terjadi pada ibu-ibu yang sudah melahirkan dan dalam keadaan menyusui. Namun, ternyata banyak juga para remaja putri atau yang belum menikah memiliki warna puting yang tak segar. Lalu, bagimana cara memerahkan puting payudara?

Saat ini banyak dijual losion yang dapat memerahkan puting payudara sehingga tampak segar. Namun, alangkah baiknya bila mencoba cara memerahkan payudara dengan bahan alami berikut ini.

1. Ambil jeruk nipis. Sewaktu mandi, oleskan ke puting Anda berulang-ulang. Lakukan rutin.

2. Ambil tomat dan belah jadi dua bagian. Gosok-gosokkan tomat tersebut ke puting anda dan lakukan secara rutin.

3. Ambil tiga helai sirih dan tumbuk sehingga menghasilkan air berwarna merah. Peraslah air sirih ini dan oleskan ke puting. Lakukan rutin setiap malam, seperti dilansir Kamasutra.

Tips jaga payudara tetap kencang



Setiap perempuan pastinya menginginkan payudara yang sehat, terhindari dari kelainan dan penyakit. Hal ini tentu demi menghindari adanya pengaruh pada hubungan dengan pasangan.

Penting bagi wanita untuk menjaga kekencangan payudara. Karena itu, Anda perlu merawat payudara sebagaimana merawat bagian tubuh lainnya. Berikut beberapa tipsnya, seperti dikutip dari Buku Pintar Miss V: Cara Cerdas Merawat Organ Intim Wanita karya Fania Burhani.

- Kenakan bra untuk menjaga bentuk payudara tetap indah. Pilih ukuran bra yang sesuai agar dapat menopang payudara dengan baik.

- Bersihkan secara rutin daerah seputar puting susu dengan kapas yang dibasahi air hangat.

- Oleskan minyak zaitun pada payudara untuk menjaga kelembapannya. Agar hasilnya lebih maksimal, lakukan pijatan ringan dengan gerakan lembut.

- Lakukan senam ringan dengan fokus untuk memerkuat otot dada.

Perawatan payudara yang tidak tepat bisa menimbulkan penyakit kanker payudara. Gejala awal penyakit ini ditandai munculnya benjolan sebesar kelereng. Benjolan ini tidak teraba dengan tangan ketika ukurannya masih kecil.
Selain itu, salah satu puting susu mengeluarkan cairan berwarna merah dan berbekas di bra. Jika gejala ini muncul, sebaiknya segera hubungi dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Salah satu upaya mengetahui kelainan pada payudara adalah dengan melakukan perawatan payudara secara mandiri. Ini dapat Anda lakukan 7-10 hari sesuai menstruasi berakhir.

Untuk membantu proses perawatan payudara secara mandiri, oleskan sedikit minyak zaitun atau busa mandi di permukaan payudara. Ini akan memerlicin permukaan payudara. Selain itu, tangan menjadi lebih sensitif meraba kemungkinan adanya benjolan di payudara