Selasa, 29 Juli 2014

Bahaya memakai sepatu hak tinggi


Sepatu hak tinggi adalah tren dunia fashion, sepanjang masa. Jutaan perempuan sangat mencintai sepatu hak tinggi, hingga rela memakainya setiap hari. Tujuan mereka, menunjang penampilan di muka umum. Bahkan tak sedikit perempuan yang bersedia menghabiskan banyak uang untuk membeli sepatu hak tinggi. Ada pula yang mau menahan rasa sakit yang timbul setelah satu jam menggunakan sepati itu.

Berdasarkan penelitian terbaru, 90 persen perempuan mengalami masalah pada kakinya setelah memakai sepatu hak tinggi. Bahkan high heels, sebutan lain dari sepatu hak tinggi, dapat menempatkan penggunanya dalam risiko cedera permanen atas nama fashion. ”Semakin tinggi hak yang dipakai, akan membuat tubuh menjadi miring ke depan," tulis Daily Mail. "Hingga membuat Anda harus bersandar untuk mengimbanginya. Hal ini dapat membuat tulang panggul Anda keluar dari keselarasan dan menyebabkan kompresi tulang belakang."

Menggunakan sepatu hak tinggi untuk waktu yang lama dapat menyebabkan pemendekan otot-otot betis, perataan lengkung kaki yang dapat mengakibatkan masalah postural kronis, kulit menjadi bernoda karena bekas lecet, dan kapalan. Bahkan balutan high heels dapat membuat jari kaki tergencet dan menjadi lembab. Hingga akhirnya, jari kaki menjadi tempat berkembang biak kuman.

High heels pun memaksa Anda berjalan di pergelangan mata kaki, hingga menyebabkan sakit, nyeri, dan pada akhirnya patah tulang. "Bahkan bisa juga menimbulkan peningkatan keausan pada sendi dan jaringan lunak, sebagai penyebab radang sendi."

Bentuk sepatu hak tinggi yang meruncing atau menyempit di bagian ujung pun menimbulkan pelbagai masalah. Setidaknya ada enam penyakit yang muncul karena alas kaki ini:

1. Bunions

Penyakit ini merupakan pertumbuhan tulang yang di sekitar pangkal jempol kaki. Akibatnya, dapat membuat jempol kaki bengkok dan mengarah ke jari-jari kaki lainnya hingga menimbulkan rasa nyeri.

2. Corns

Terjadi penebalan kulit kaki yang disebabkan gesekan berulang terhadap sepatu. Selain dapat terasa menyakitkan dari waktu ke waktu, corns sering terjadi bersamaan dengan bunions.

3. Hammer toe

Suatu kondisi di mana ujung jari kaki, biasanya jari kedua, dipaksa turun oleh sepatu yang dapat mengakibatkan deformitas. Hal ini hanya bisa diperbaiki dengan bantuan peralatan medis tertentu atau operasi.

4. Morton's neuroma

Terjadi cedera pada saraf di pertengahan kaki. Morton's neuroma akan menyebabkan jaringan di sekitar daerah itu menebal, rasa sakit, dan mati rasa. Pembedahan kadang-kadang diperlukan untuk menghilangkan jaringan, hingga meringankan beban penderita.

5. Pump bump

Secara teknis, pump bump disebut Haglund's deformity. Pump bump adalah pertumbuhan tulang yang terjadi pada tumit. Biasanya diakibatkan oleh tekanan konstan dan gesekan punggung kaku serta tali sepatu hak tinggi. Satu-satunya cara untuk mengobati kelainan ini adalah operasi, hingga menghilangkan tulang yang berlebih.

6. Metatarsalgia

Ini adalah jenis peradangan yang menyakitkan. Biasanya terjadi pada bola mata kaki sebagai akibat dari tekanan berulang pada tulang metatarsal, yang merupakan tulang di antara jari-jari kaki dan lengkungan kaki.

Jumat, 25 Juli 2014

Awas, softlens bisa bikin kebutaan


Softlens tentu bukan benda yang asing bagi kita, malah jika diperhatikan lebih banyak orang yang memilih memakai softlens dibanding kacamata. Memang dengan memakai softlens kita terlihat lebih gaya atau stylish dibandingkan kacamata. Namun kita perlu hati-hati dalam memakai dan memilih softlens, karena softlens ternyata ada bahayanya juga. Hati-hati sebab dapat menyebabkan kebutaan.
Berikut beberapa bahaya menggunakan softlens :
• Terinfeksi bakteri, hal ini biasa terjadi karena bakteri bisa bertumbuh di cairan softlens, memang hal ini bisa dicegah kalau kita bisa menjaga kesterilan tempat penyimpanan softlens. Namun kalau kita cukup sibuk kadang hal ini sulit dilakukan. Jangka panjang dapat menyebabkan mata terkena penyakit Acanthamoeba Keratitis.
• Pemakaian softlens saat hawa panas juga ternyata bisa berbahaya karena hawa panas bisa membuat plastik tipis, bahan softlens meleleh dan merekat di kornea mata bisa menyebabkan softlens sulit dilepas bahkan mengakibatkan kebutaan.
• Softlens tidak boleh digunakan saat tidur. Karena bisa menyebabkan frame lensa patah di mata Anda. “Dan jika Anda mencubit lensa terlalu ketat, Anda berisiko melanggar itu dan mendapatkan sebuah fragmen terjebak di mata Anda.” kata Dr Lee Hung Ming, Direktur Medis dari Klinik Mata Parkway di Gleneagles Hospital, Malaysia. Dan jika tidak diambil segera oleh dokter, fragmen dapat menggores kornea atau menyebabkan infeksi buruk.
Oleh karena itu bagi kita yang senang memakai softlens pastikan menggunakan dengan cara yang benar agar mata kita selalu sehat. Jangan membersihkan softlens dengan air biasa, gunakan cairan khusus pembersih softlens. Saat kita hendak tidur lepas softlensnya, dan jangan menggunakan softlens lebih dari batas waktu yang dianjurkan.

sumber

Minggu, 20 Juli 2014

Usia ideal untuk bercinta


Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Medicine menemukan usia yang tepat bagi pria untuk menikah. Bisa Anda tebak? yang jelas, peneliti mengungkapkan pria usia 30 tahun keatas, frekuensi bercinta bisa menurun.

Seperti dilansir Menshealth, Sabtu (19/7/2014) usia tepat untuk menikah dan bercinta adalah usia antara 25-29 tahun. Pada masa itu, kata peneliti, seorang pria sedang bergairah dan frekuensi bercintanya bisa tinggi.

Berita buruknya, frekuensi seks menurun tajam pada usia 50, dengan rata-rata 1,22 kali per minggu. Bandingkan dengan pasangan di atas 25 tahun yang bisa bercinta lebih dari tiga kali per minggu.

lantas apakah itu berarti Anda setelah usia 30 Anda menjadi tidak memiliki gairah? untungnya, menurut urolog dengan Klinik Cleveland, J. Stephen Jones, MD, FACS tidak. Karena kesehatan fisik dan mental juga memperngaruhi kekuatan hubungan Anda daripada usia. Hanya saja semakin tua usia, dan penambahan berat badan, akan berdampak pada kesehatan menurun, stres meningkat, dan hubungan yang menurun.

Agar Anda yakin mendapatkan malam yang hebat bersama istri Anda sampai tua, berikut tips agar tetap sehat dengan bercinta:

1. Menjaga kesehatan alat kelamin

Untuk menjaga ereksi, jaga berat badan yang sehat dan berhenti merokok. Dr Jones mengatakan, sebuah studi tahun 2011 yang diterbitkan dalam European Journal of Endocrinology menemukan bahwa semakin besar pinggang pria, semakin tinggi pula risiko disfungsi ereksi.

2. Percaya diri dengan pasangan

Jangan panik jika tidak ereksi di pagi hari. perlu diketahui, hormon testoteron menurun sekitar usia 30. Dan pada usia 40-an, Anda akan kehilangan sekitar 2 persen dan terus berkurang setiap tahun.

Seorang profesor psikologi dan penulis Kesehatan Seksual Pria, Barry McCarthy mengatakan kunci kekuatan pria adalah kepercayaan diri seksualnya. "Jika Anda memiliki libido rendah atau kesulitan bercinta, segera periksakan diri ke dokter."

3. Fokus pada kesenangan

Seperti yang dikatakan konselor seks Eric Garrison Marlowe. Menurutnya lebih penting merasa senang bersama daripada mengharapkan orgasme dari kedua belah pihak. "Justru semakin intim dan menyenangkan, Anda dapat memiliki seks yang hebat. Terbukalah untuk pengalaman baru di luar hubungan sehari-hari, seperti mandi erotis, pijat lilin, mengeksplorasi bagian tubuh lain, atau melakukan perjalanan ke tempat-tempat romantis bersama.

Jumat, 18 Juli 2014

Bahaya efek samping MSG atau Micin


Sejak ditemukan di Jepang tahun 1909 oleh Ajinomoto Corp, monosodium glutamat (MSG) telah berkembang menjadi salah satu zat aditif makanan yang paling populer di seluruh dunia. Selain MSG, ada penyedap rasa lain yang digunakan oleh industri makanan seperti disodium inosinat (IMP) dan disodium guanilat (GMP). Namun MSG-lah yang paling disukai orang karena kemurahan dan keefektifannya dalam menguatkan rasa.

MSG digunakan di seluruh dunia pada hampir semua jenis sayuran, kaldu dan lauk-pauk. MSG juga hadir dalam berbagai makanan olahan seperti daging kalengan dan daging olahan beku, saus tomat, mayones, kecap, sosis, makanan ringan, beberapa produk olahan keju, bumbu mie instan, dll. Penggunaan MSG kadang-kadang “tersembunyi” di balik label makanan dengan nama yang berbeda. Jika Anda melihat “penyedap rasa alami”, “protein hidrolisat” dan “rempah-rempah” dalam label makanan Anda, bukan berarti di dalamnya tidak ada MSG.

Aman menurut Badan Pengawas Makanan

MSG adalah bubuk putih yang cepat larut dalam air atau air liur. Setelah larut, MSG terurai menjadi natrium dan glutamat. Glutamat adalah asam amino nonesensial yang ditemukan di hampir semua protein. Di Amerika Serikat, MSG termasuk dalam daftar bahan makanan yang aman menurut Food and Drug Administration. Komite Ilmiah Uni Eropa juga menilai MSG sebagai zat makanan yang aman. Di Jepang, MSG adalah zat aditif makanan yang boleh digunakan tanpa pembatasan. Di Indonesia sendiri, MSG termasuk bahan makanan yang dianggap aman oleh BPOM.

“Micin atau penyedap rasa, atau MSG, aman dikonsumsi masyarakat. Asosiasi pangan dunia juga telah menguji kalau efek negatif yang selama ini digembar-gemborkan ke masyarakat tentang penggunaan micin tidak terbukti,” kata Kepala BPOM Pusat, Husniah Rubiana Thamrin, dalam rapat dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (25/5/2009).

Tidak Aman Menurut Russell Blaylock

Namun, menurut Russell Blaylock, penulis buku Excitotoxins – The Taste That Kills, MSG adalah excitotoxin yaitu zat kimia yang merangsang dan dapat mematikan sel-sel otak. Blaylock menyatakan bahwa MSG dapat memperburuk gangguan saraf degeneratif seperti alzheimer, penyakit Parkinson, autisme serta ADD (attention deficit disorder).

MSG juga meningkatkan risiko dan kecepatan pertumbuhan sel-sel kanker. Ketika konsumsi glutamat ditingkatkan, kanker tumbuh dengan cepat, dan kemudian ketika glutamat diblokir, secara dramatis pertumbuhan kanker melambat. Para peneliti telah melakukan beberapa eksperimen di mana mereka menggunakan pemblokir glutamat  yang dikombinasi dengan pengobatan konvensional, seperti kemoterapi, dan hasilnya sangat baik. Pemblokiran glutamat secara signifikan meningkatkan efektivitas obat-obat anti kanker.

Berikut adalah beberapa efek samping dan gangguan spesifik yang berhubungan dengan MSG menurut Blaylock :

    Kejang
    Mual
    Alergi
    Ruam
    Serangan asma
    Sakit kepala
    Mulut terasa kering
    Hilang ingatan

Reaksi terhadap MSG dapat terjadi kapan saja, dari mulai segera setelah mengkonsumsi MSG sampai beberapa hari kemudian. Anak-anak lebih rentan terhadap efek negatifnya dibandingkan orang dewasa.

Bagaimana Sebaiknya?

Kita sebaiknya menghindari  atau membatasi penggunaan MSG dalam makanan kita. Makanlah makanan dalam bentuknya yang paling alami. Bagaimanapun, tubuh kita tidak diciptakan untuk menyerap dan memanfaatkan zat sintetis buatan manusia. Tubuh kita diciptakan untuk mencerna makanan buatan alam.

sumber : majalahkesehatan

Kamis, 17 Juli 2014

Bahaya sering konsumsi mie instan


Mi instan sudah menjadi makanan yang umum di Indonesia, terutama bagi anak kos. Cara masak yang mudah dan rasa yang nikmat membuat makanan cepat saji ini digemari banyak orang. Tapi jangan keseringan, karena ada bahaya kesehatan yang mengintai di balik nikmatnya semangkuk mi instan.

Mi instan memang bisa meredam rasa lapar, tapi makanan cepat saji ini tidak bisa menggantikan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Ditambah lagi dengan bumbu buatan dan pengawet kimia, yang semakin membahayakan kesehatan tubuh.

Berikut beberapa bahaya kesehatan yang mengancam bila Anda terlalu sering makan mi instan, seperti dilansir Boldsky, Sabtu (8/6/2013):

1. Terganggunya penyerapan nutrisi
Mi instan dapat menghambat kemampuan anak di bawah 5 tahun untuk menyerap nutrisi. Setelah sering mengonsumsi mi instan, banyak anak-anak balita mengalami kesulitan menyerap nutrisi dari makanan yang tepat.

2. Kanker
Selain dengan bungkus plastik, ada juga mi instan yang dikemas dengan bungkus yang mengandung styrofoam dan bisa langsung diseduh. Padahal styrofoam dikenal sebagai agen penyebab kanker.

3. Keguguran
Sejumlah wanita hamil yang makan mi instan selama kehamilan mengalami keguguran. Hal ini karena kandungan bumbu dan pengawet pada mi instan dapat mempengaruhi perkembangan janin.

4. Gangguan metabolisme
Konsumsi mi instan jangka panjang dapat mempengaruhi metabolisme tubuh. Hal ini disebabkan akumulasi dari zat-zat kimia beracun seperti pewarna makanan, pengawet dan aditif dalam mie.

5. Kerusakan organ
Mi instan mengandung propylene glycol, bahan anti-beku yang mencegah mi dari pengeringan dengan mempertahankan kelembaban. Tubuh menyerap zat tersebut dengan mudah dan terakumulasi di jantung, hati dan ginjal. Hal ini menyebabkan kerusakan dan kelainan organ, dan juga melemahkan sistem kekebalan tubuh.

6. Gangguan pencernaan
Mi instan dapat mengganggu sistem pencernaan. Konsumsi lanjutan dari mi instan mengakibatkan kembung, sembelit atau tidak teraturnya gerakan usus.

7. Obesitas
Mi instan adalah salah satu penyebab utama obesitas. Hindari mi instan karena mengandung sejumlah besar lemak dan natrium yang menyebabkan retensi air dalam tubuh.

8. MSG
Monosodium glutamate (MSG) digunakan untuk meningkatkan rasa mi. Sekitar 1-2 persen dari populasi alergi terhadap MSG. Ketika orang-orang yang alergi terhadap MSG mengonsumsinya, maka akan dapat menyebabkan rasa terbakar, panas di dada, kemerahan pada wajah, atau nyeri dan sakit kepala.

9. Tinggi natrium
Mi instan juga mengandung jumlah natrium yang tinggi. Kelebihan konsumsi natrium bisa menyebabkan hipertensi, penyakit jantung, stroke dan kerusakan ginjal. Jadi, hindari konsumsi mi instan berlebihan.

10. Junk food
Mi instan hanya dapat dianggap sebagai junk food dan tidak pernah menggantikan makanan bernutrisi. Hal ini karena mengandung sejumlah besar karbohidrat tetapi tidak ada vitamin, mineral atau serat. Mi instan juga mengandung banyak lemak jenuh dan lemak trans. Ini padat kalori dan memberikan efek negatif pada kesehatan.

Rabu, 16 Juli 2014

Salah satu penyebab ketombe


 

Masalah ketombe di rambut memang menyebalkan. Tak hanya membuat tampilan rambut terlihat kotor, rasa gatal pun sering mendera.

Banyak orang berpikir bahwa ketombe yang dalam istilah medis disebut ptiariasis sika diakibatkan oleh kulit kepala yang kering. Ternyata, menurut Journal of Cosmetic Science ketombe berasal dari jamur di kulit kepala.

Seperti dilansir prevention, Selasa (15/7/2014) hal ini diketahui lewat penelitian yang memeriksa minyak kulit kepala terhadap 23 orang berketombe dan 23 orang berkulit kepala sehat. Ternyata, pada orang berketombe minyak kulit kepala alami menembus lebih dalam permukaan kulit kepala. Lapisan ini jadi tempat tumbuh subur jamur yang menyebabkan ketombe.

Melassezia, inilah sebutan untuk jamur tersebut. Jamur ini menyebabkan kulit kepala mengelupas terus menerus yang menganggu pergantian sel sehat. Hasilnya serbuk-serbuk putih yang kita sebut ketombe

Masalah ketombe di rambut memang menyebalkan. Tak hanya membuat tampilan rambut terlihat kotor, rasa gatal pun sering mendera.
Banyak orang berpikir bahwa ketombe yang dalam istilah medis disebut ptiariasis sika diakibatkan oleh kulit kepala yang kering. Ternyata, menurut Journal of Cosmetic Science ketombe berasal dari jamur di kulit kepala.
Seperti dilansir prevention, Selasa (15/7/2014) hal ini diketahui lewat penelitian yang memeriksa minyak kulit kepala terhadap 23 orang berketombe dan 23 orang berkulit kepala sehat. Ternyata, pada orang berketombe minyak kulit kepala alami menembus lebih dalam permukaan kulit kepala. Lapisan ini jadi tempat tumbuh subur jamur yang menyebabkan ketombe.
Melassezia, inilah sebutan untuk jamur tersebut. Jamur ini menyebabkan kulit kepala mengelupas terus menerus yang menganggu pergantian sel sehat. Hasilnya serbuk-serbuk putih yang kita sebut ketombe
- See more at: http://health.liputan6.com/read/2078289/ini-penyebab-munculnya-ketombe#sthash.ShEnSd3W.dpuf

Selasa, 15 Juli 2014

Konsumsi serat bikin langsing


Bukan hanya membantu langsing, kebutuhan serat yang tercukupi menghindarkan dari penyakit jantung, diabetes, obesitas, dan kanker usus. Maka penting untuk menjaga agar kebutuhan serat tercukupi.

Sayangnya, masih banyak masyarakat umum yang makan kurang serat. "Perempuan masih mengonsumsi serat sekitar 15 mg padahal setiap hari dibutuhkan 25 mg," tutur Keri Gans, ahli diet dari New York City serta penulis The Small Change Diet seperti dikutip laman womens health, Kamis, (3/7/2014).

Jika Anda mengalami hal berikut, tandanya Anda kurang serat.

1. Tidak ke belakang sehari sekali
Inilah tanda yang paling banyak diketahui banyak orang dan memang benar. Serat berperan menciptakan gerak peristaltik pada usus. Proses pembuangan pun berlangsung lancar, tak lama-lama berhenti di usus besar.

2. Kolesterol tinggi
Kadar kolesterol dan serat punya hubungan erat. Dalam berbagai penelitian menunjukkan bahwa serat membantu menurunkan kadar kolesterol. "Jadi jika kebutuhan serat tercukupi dalam tubuh maka kadar kolesterol dalam tubuh normal," tutur Gans.

3. Lapar lagi usai 45 menit makan
"Serat dicerna lama dan membuat kenyang lebih lama," ungkap Gans. Jadi, jika cepat lapar usai makan besar artinya tubuh kurang serat.